Welcome to My Blog

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Kumpulan Foto Masa Kecil dan Remaja 6 Presiden Republik Indonesia

Siapa yang tidak tahu mengenai 6 tokoh yang pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, namun tidak banyak orang mengetahui kehidupan mereka di masa kacil dan remaja, dan kali ini kita akan mengintip sedikit kehidupan mereka di saat masih remaja sebelum menjadi orang nomor satu di Republik ini.

Ir Soekarno





Soeharto







BJ. Habibie





Dr. Abdulrrahman Wahid





Megawati Soekarnoputri





Susilo Bambang Yudhoyono




Kamis, 20 Oktober 2011

Buku Raport SMP Zaman Kolonial Belanda

Mulo atau kepanjangan dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijs adalah sebutan untuk sekolah menengah pertama yang ada di Indonesia pada zaman Kolonial Belanda. Di bawah ini yang saya tampilkan adalah foto buku raport salah satu siswa zaman itu. Ternyata mata pelajarannya terbilang lengkap mulai dari Matematika, Sosial, Sejarah, Bahasa Belanda, Jerman, Prancis, dan juga Inggris! Pantas saja tokoh-tokoh kemerdekaan kita seperti Soekarno dan Hatta punya intelejensi yang tinggi.

Tampak depan


Isi di dalamnya

Kamis, 13 Oktober 2011

Misteri Gil Perez, Manusia yang Dapat Berteleportasi


Sampai saat ini, teleportasi mungkin hanya merupakan bagian dari film science fiction walaupun banyak kisah-kisah yang mengkonfirmasi kemungkinan adanya fenomena ini. Di bawah ini adalah salah satu kisah pendek mengenai sebuah kasus kemungkinan teleportasi yang terjadi pada abad pertengahan.

Pada pagi hari tanggal 24 Oktober 1593, Para penjaga di Mexico menemukan seorang pria kebingungan yang berkeliaran di Plaza Mayor di Mexico City. Apa yang membingungkan dari pria ini adalah, ia mengenakan seragam prajurit Philipina yang berjarak 9.000 mil laut dari Mexico.

Pria itu bernama Gil Perez dan ia tidak tahu bagaimana ia bisa sampai di tempat itu. Sebagian orang yang membaca kisah ini beranggapan kalau dengan suatu cara, Gil Perez telah mengalami teleportasi secara misterius sehingga bisa muncul di Mexico. Sejarawan lainnya meragukan akurasi kisah ini dan menganggapnya sebagai hoax atau sebuah urban legend yang berusia sangat tua. Sejarawan Mike Dash misalnya, menganggap kisah ini tidak bisa dipercaya karena catatan mengenainya baru muncul pada abad ke 17, sekitar satu abad setelah peristiwa munculnya Perez di Mexico.

Tapi, sepertinya, cukup menarik untuk menyimak pengalaman Gil Perez. Soal percaya atau tidak, saya serahkan kepada masing-masing pembaca. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, Gil Perez tiba-tiba muncul di Plaza Mayor di Mexico City pada tanggal 24 Oktober 1593. Saat itu Perez mengenakan seragam Palacio Del Gobernador, prajurit pengawal istana gubernur di Philipina.

Saat itu Philipina berada di bawah kekuasaan Spanyol dan Perez adalah prajurit Spanyol yang ditugaskan di wilayah itu. Yang misterius adalah, bagaimana Perez bisa berada di tempat itu. Menurutnya, ia sama sekali tidak mengerti bagaimana ia bisa muncul di tempat itu. Ketika ditanya oleh para penjaga yang menemukannya, Perez menjawab:

"Nama saya Gil Perez. Soal mengapa saya berdiri disini adalah karena saya sedang menjalankan perintah yang diberikan kepada saya. Pagi ini, saya diperintahkan untuk berjaga-jaga di muka pintu istana gubernur di Manila. Tetapi, saya tahu persis kalau tempat ini bukan istana Gubernur dan sepertinya saya tidak sedang berada di Manila. Saya tidak tahu mengapa dan bagaimana saya bisa berada disini."

Menurutnya, saat itu ia sedang bertugas di istana gubernur di Philipina. Lalu, ia merasa pusing dan hampir pingsan. Kemudian, ia bersandar di dinding sejenak dan menutup matanya. Ketika ia membuka matanya kembali, seluruh pemandangan di hadapannya telah berubah. Sekarang ia berada di Mexico City. Perez mengakui kalau ia tidak mengerti mengapa ia bisa berpindah tempat. Ia juga menceritakan kalau malam hari sebelum ia muncul di Mexico, gubernur Philipina, Gomez Perez Dasmarinas, telah dibunuh oleh para pembajak Cina di Maluku.

Ketika diberitahu kalau ia berada di Mexico, Perez menolak untuk percaya karena pada tanggal 23 oktober, ia masih berada di Manila dan mendapatkan perintah untuk bertugas. Karenanya, mustahil ia bisa berada di sebuah tempat yang sangat jauh jaraknya dalam satu hari. Otoritas Mexico yang mengetahui peristiwa aneh ini segera memasukkan Perez ke penjara karena menganggapnya sebagai desertir dan melakukan praktek penyembahan setan.

Perez menolak anggapan kalau ia adalah penyembah setan. Menurutnya ia telah berpindah tempat dari Philipina ke Mexico dengan suatu cara yang tidak dapat dimengertinya. Karena tidak mendapatkan kesalahan apapun pada dirinya, Perez dibiarkan di dalam penjara selama dua bulan. Sampai saat itu, tidak ada yang mempercayai Perez hingga sebuah kapal dagang Spanyol tiba di Mexico dua bulan setelah Perez dipenjara.

Kapal dagang tersebut datang dari Manila dan membawa kabar yang mengejutkan. Kabar itu mengkonfirmasi fakta yang diberikan oleh Gil Perez mengenai terbunuhnya gubernur Philipina oleh bajak laut Cina pada tanggal 23 Oktober 1593, malam sebelum Perez muncul di Plaza Mayor.

Bagaimana Gil Perez bisa mengetahui fakta ini?
Jika ia ditemukan pada tanggal 24 Oktober, maka, mustahil ia bisa mengetahui informasi ini karena sebuah pesan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk tiba di tempat tujuan pada masa itu. Bukan itu saja, kapal itu bahkan membawa seorang saksi yang bersumpah kalau ia melihat Perez ada di Manila pada tanggal 23 oktober 1593. Mendengar ini, otoritas di Mexico segera membebaskan Perez dan mengembalikannya ke Philipina dimana ia kembali diberi tugas sebagai perajurit penjaga istana gubernur.

Walaupun kisah ini sukar dikonfirmasi, namun catatan mengenai Perez yang sudah ada pada abad ke-17 cukup menarik karena pada masa itu, ide mengenai teleportasi belum dikenal sama sekali. Dan kasus Perez akhirnya menjadi satu di antara sekian kasus misterius abad pertengahan yang tidak terpecahkan.

Jumat, 30 September 2011

Sejarah Julukan "Negeri Paman Sam" untuk Amerika Serikat

Kenapa Amerika dijuluki sebagai negara “Paman Sam” (Uncle Sam)? Begini ceritanya, dahulu ada orang bernama Samuel Wilson. Ia dilahirkan di Arlington, tanggal 13 September 1766.

Pada usia 14 tahun, ia menjadi sukarelawan pejuang bagi negaranya. Setelah dewasa, ia membuka usaha kemasan daging di New York. Ia menyuplai berton-ton daging bagi tentara AS dalam Perang 1812.

Pada tahun 1812, jumlah barang untuk tentara dibeli di Troy, NY, oleh Elbert Anderson, seorang kontraktor pemerintah. Barang diperiksa oleh dua bersaudara, Ebenezer dan Samuel Wilson. Samuel Wilson sering dipanggil “Uncle Sam” oleh temannya.

Setiap paket ditandai inisial "E.A.-U.S". Pada saat dimintai arti inisial ini, pekerja yang bercanda menjawab bahwa EA adalah Elbert Anderson dan US adalah "uncle Sam yang seharusnya adalah United States.

Jadi inisial ini menjadi populer di kalangan para pekerja, tentara, dan orang-orang, dan Pemerintah Amerika Serikat sekarang dikenal sebagai “Paman Sam”.

Kisah di atas akhirnya di tulis dalam sebuah koran. Pada 1860-an dan 1870-an, kartunis politis Thomas Nast mulai mempopulerkan gambar Paman Sam. Nast mengembangkan gambar tersebut dengan memberikan Paman Sam janggut putih dan pakaian yang bermotifkan bintang dan garis. Nast juga-lah yang menciptakan citra Sinterklas dan gajah sebagai simbol Partai Republik. Pada September 1961 Kongres AS mengakui Samuel Wilson sebagai cikal bakal simbol nasional Amerika.

Paman Sam Wilson dianggap sebagai tokoh teladan tentang seorang wiraswasta yang suka bekerja keras dan cinta kepada tanah airnya. Wilson wafat di usia 88 tahun pada 1854 dan dimakamkan di Pemakaman Oakwood di Troy, New York. Kota itu mendapat sebutan ‘Rumah Paman Sam’. Akhirnya , nama Paman Sam secara resmi dipakai untuk julukan negara Amerika Serikat. Orang-orang Amerika sekarang bangga dengan julukan dan citra yang dimiliki Paman Sam.

Lukisan Tertua di Dunia yang Berumur 32.000 Tahun

Bertempat di sebuah gua bernama Chauvet Cave atau Chauvet-Pont-d'Arc Cave, Prancis, lukisan ini ditemukan banyak lukisan dinding seperti bentuk hewan dan juga manusia. Dan yang lebih heboh lagi, para ahli memperkirakan umur minimal dari lukisan-lukisan dinding itu adalah 32.000. Ini membuktikan bahwa manusia saat itu (jaman es) telah mengenal seni. Berikut Foto-fotonya:

























Jumat, 05 Agustus 2011

Olahraga Tinju yang Unik antara Manusia dengan Beruang Liar

Tahun 1949, di mana kegilaan bisa Anda temukan di mana saja, dengan siapa saja, dan dalam hal apa saja. Contohnya adalah yang satu ini, olahraga tinju antara manusia dengan beruang liar! Peraturan untuk olahraga ini cukup mudah, jika Anda bisa menjatuhkan beruang ganas itu, uang adalah upahnya.

Namun seperti bisa ditebak, kebanyakan orang-orang itu berakhir dengan babak belur dihajar beruang yang sedang mengamuk, berikut foto-fotonya :











Rabu, 03 Agustus 2011

Proses Pembentukan Lambang Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara

LAMBANG PERTAMA

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan ia ditugaskan Presiden Soekarno untuk merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.


Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II. Dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

LAMBANG KEDUA


Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan keputusan sidang kabinet, Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

LAMBANG KETIGA

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.

Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.

Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno. Beliau kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II, yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

LAMBANG KEEMPAT


Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambahkan skala ukuran dan tata warna gambar. Kemudian lukisan otentiknya diserahkan kepada H. Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang telah disposisi Presiden Soekarno beserta foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah, Pontianak.

Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) saat penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

Rabu, 20 Juli 2011

Ilmuwan Temukan Fosil Kura-Kura Purba Bertaring Tajam

Headline

Siapa yang menyangka meski bertubuh kura-kura, makhluk ini miliki taring tajam layaknya mamalia yang gemar memangsa. Yang menarik, hewan itu malah vegetarian.

Ilmuwan menemukan binatang bertaring tajam mirip kura-kura, dikenal dengan nama Tiarajudens eccentricu. Meski menyeramkan, hewan itu termasuk vegetarian dan menggunakan taringnya untuk melawan predator ataupun musuh.

Ahli paleontologi vertebrata Juan Carlos Cisneros dari Federal University of Piaui di Teresina, Brazil, mengatakan kepada LiveScience, "Jika Anda bertanya kepada saya seberapa mengejutkan penemuan fosil ini, saya cuma bisa mengatakan keberadaan fosil aneh Tiarajudens eccentricus sama seperti penemuan sebuah unicorn (kuda bertanduk).”

Selain gigi bertaring tajam, makhluk itu memiliki mulut yang sepenuhnya ditutupi gigi dan tubuhnya tidak bertempurung. Diperkirakan Tiarajudens eccentricu mengkonsumsi batang tumbuhan ataupun daun. Cisneros memperkirakan hewan itu memiliki kebiasaan mirip sapi dan domba.

"Temuan ini menunjukkan adanya komunitas herbivora di lingkungan darat lebih dari 260 juta tahun lalu," kata Cisneros. Penelitian itu dipublikasikan di jurnal Science edisi 25 Maret.

Minggu, 03 Juli 2011

Sejarah dan Asal Usul Gaya Rambut Mohawk

Mohawk adalah sejenis gaya rambut yang fenomenal, unik dan nyentrik karena sangat berbeda dengan penataan rambut pada umumnya. Gaya rambut ini pada umumnya memotong habis bagian sisi kiri dan kanan, kemudian menyisakan bagian tengahnya saja dari depan hingga kebelakang. Sekilas memang serupa dengan bentuk rambut kuda.



Mohawk sering dikaitkan dengan gaya rambut penduduk di lembah Mohawk di bagian utara kota New York, Amerika Utara. Sebelumnya pernah juga ditemukan gaya rambut berjenis Mohawk di Yunani yang menggambarkan Scythian (seorang pejuang olahraga) pada masa 600 tahun SM. Meski demikian gaya rambut Mohawk yang sekarang populer cenderung disebutkan berasal dari Amerika.



Keadaan tersebut mengacu pada popularitas Mohawk yang menjadi icon khas untuk para Punkers (komunitas punk) yang ada di dunia. Di mana diyakini bahwa asal mula kelahiran Punk ada di Amerika yang dipelopori oleh group band Ramones.

Meskipun gaya rambut Ramones tidak bergaya Mohawk, tapi kehadirannya memang menjadi inspirasi dari band punk berikutnya. Seperti Blink182, The Exploited dan Sex Pistol. Karakter musik punk bertempo cepat dengan beat-beat yang menghentak. Ramones memang yang pertama kali meramu jenis musik tersebut.



Sampai sekarang Mohawk masih terkait dengan gaya anak punk, tapi masih jadi bagian mainstream. Biasanya Mohawk diiringi dengan sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat, dan baju yang lusuh, yang juga identik dengan komintas punk.

Jumat, 24 Juni 2011

Foto Masa Kecil Beberapa Pemain Sepak Bola Dunia

Fabien Barthez


Arne Friedrich

Peter Schmeichel


Artur Boruc

Gabriel Batistuta


Xavi


Fernando Llorente

Francesco Totti

Iker Casillas

Wayne Rooney

Esteban Cambiasso

Ryan Giggs

Damien Duff

Zinedine Zidane

Pavel Nedved

Owen Hargreaves

Ronaldo
Hosted by ImageHost.org

Patrick Kluivert

Michael Owen

Jose Reina

Alessandro Del Piero

Paolo Maldini

Francesco Toldo

Mateja Kezman

David Villa

Christian Vieri

Luca Toni

Ronaldinho

Rio Ferdinand

Ruud Van Nistelrooy

Dennis Bergkamp

Petr Cech

Marco Di Vaio

Alessandro Nesta

Alberto Gilardino

Joe Cole

Fredrik Ljungberg

Andres Iniesta

Andrea Pirlo

Carles Puyol

Roy Keane

Steven Gerrard

Pablo Aimar

Cristiano Ronalo

Raul Gonzalez

Sebastian Kehl

Filippo Inzaghi

Roque Santa Cruz

John Arne Riise

Joaquin

Kaka

Fabio Cannavaro

Milan Baros

Robin Van Persie

Paul Scholes

Xabi Alonso

Jose Antonio Reyes

Harry Kewell

Luis Figo

Bastian Schweinsteiger

Fernando Morientes

Sergio Busquets

Zlatan Ibrahimovic

Christoph Metzelder

Irfan Bachdim

Javier Saviola

Lionel Messi

Diego Maradona

Michael Owen

Frank Lampard

David Trezeguet

Thierry Henry

Nuno Gomes

David Beckham

Bambang Pamungkas

Lukas Podolski

Cesc Fabregas

Deco

Michael Ballack

Tomas Rosicky

Hernan Crespo

Mesut Ozil

Miroslav Klose

Gary Neville

Andriy Shevchenko

Philippe Mexes

Sergio Canales

Rui Costa

Didier Drogba

Pele

Eric Cantona

Carlos Marchena

Nicolas Anelka

Fernando Torres

Sergio Ramos
Sergio Ramos childhood

Gerard Pique

Robinho

Oliver Kahn

Victor Valdes

Jose Mourinho